Tag Archives: kekayaan alam

kusen-kayu-jati

KEKAYAAN ALAM MEMPUNYAI NILAI ESTETIKA DALAM BANGUNAN

Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang mempunyai nilai sangat tinggi yaitu estetika dalam bangunan. Seorang arsitek tidak hanya mendesain sebuah rumah atau bangunan berdasarkan permintaan klien. Ia juga harus merespon kekayaan dan kekurangan sumber-sumber daya alam di sekitarnya.

Dalam dunia arsitektur selalu berhubungan dengan sebuah material. Macam-macam material alam yang sering digunakan dalam arsitektur:

Kayu

kusen-kayu-jati

Kayu adalah salah satu material yang sering digunakan dan paling lama tercatat bukan saja sebagai bahan bangunan, tapi juga sebagai keperluan sehari-hari. Luasnya hutan yang tersebar di seluruh Indonesia membuat material ini banyak digunakan dalam keseharian. Secara tradisional  kayu selalu diukur dan dibuat berdasarkan skala dan proporsi  penggunanya. Sekarang ini terdapat lebih dari 60 jenis kayu industri tersebar di Indonesia dan berpotensi baik untuk bangunan. Beberapa diantaranya yang populer sebagai bahan bangunan antara lain: bengkirai (Shorea levifolia Endert), jati (Tectona grandis), mahoni (Swietenia mahogany), merbau (Intsia palembanica Miq.), sungkai (Peronema canescens Jack), dan sebagainya.

Batu

batu-meteor

Beragam bebatuan yang digunakan sebagai material bangunan di Indonesia pada dasarnya berasal dari daerah pegunungan dan pantai. Dari pegunungan kita mendapatkan batu-batuan vulakanis dan kapur, dari pantai bisa diperoleh batu-batu karang. Banyaknya gunung berapi di kepulauan Indonesia adalah salah satu sumber bagi keragaman bebatuan.

Batu adalah material  yang pengolahannya tidak mudah. Karena sifatnya yang berat dan keras, butuh keterampilan khusus serta jumlah tukang yang tidak sedikit untuk mengolahnya menjadi material utama penyusunan bangunan. Namun sifat tersebut, disisi lain menjadikannya mampu bertahan terhadap waktu.

Pada umumnya batu alam tahan terhadap angin dan cuaca. Kemampuan penyerapan panas tinggi pada bahan yang padat. Bahan berpori memiliki kemampuan pengisolasian panas (batu vulkanik dan koral). Kemampuan tegangan antara inti dan permukaannya karena pemanasan matahari dan pendinginan pada malam hari, sehingga mengakibatkan ketelitian bahan dan keretakan.

Bata

bata-merah-copy

Batu bata atau bata adalah material bangunan tradisional dari tanah lempung yang dicetak dan dibakar. Proses pengolahannya ini membuatnya berbeda dari material  bangunan tradisional lainnya. Proses pembakaran mendorong terjadinya proses kimiawi pada tanah lempung yang lembek menjadi sesuatu yang keras, kuat, dan tahan lama. Oleh karena itu, bata dapat dikatakan sebagai material tradisional pertama yang dalam pengolahannya memerlukan intervensi teknologi. Bata menjadi material yang baik dan lengkap karena mempunyai sifat dari kayu (ringan dan mudah digunakan) dan sifat dari batu (kuat dan tahan lama). Bata juga upaya awal dari munculnya standar dalam pendekatan bangunan di Indonesia karena bentuknya yang  modular akibat dicetak.

Bambu

bambu_di_bali_2

Bambu adalah sejenis tanaman rumput raksasa dan salah satu tanaman dengan tingkat pertumbuhan paling cepat di dunia. Tanaman rumput ini tumbuh dikawasan tropis & subtropis dan dapat tumbuh 20 hingga 100 cm sehari. Umumnya dalam satu tahun bambu mencapai tinggi maksimal dan mulai  untuk digunakan sebagai salah satu material konstruksi. Bambu memiliki sifat-sifat yang tidak dimiliki kayu. Selain ulet dan kuat, bambu juga rata-rata cenderung lurus, keras namun mudah dibelah, mudah dikerjakan, dan tetap ringan untuk diangkut.